Materi Pelajaran Sekolah untuk SD, SMP, SMA dan SMK

Mari belajar

Ganggang Biru (Cyanobacteria)

Ciri-Ciri Ganggang Biru (Cyanobacteria)

Seperti halnya bakteri, ganggang biru juga merupakan organisme yang belum bermembran dan belum memiliki beberapa macam organel (mitokondria dan plastida) seperti yang telah dimiliki sel eukariotik. Ganggang biru merupakan salah satu contoh Eubacteria negatif, ada yang bersel satu dan ada yang berkoloni bersel banyak membentuk untaian beberapa sel dengan struktur tubuh yang masih sederhana, berwarna biru kehijauan, serta mengandung klorofil a (autotrof) dan pigmen biru (fikosianin).

Klorofil terdapat pada membran tilakoid, bukan pada kloroplas. Dengan adanya klorofil ini, ganggang biru dapat melakukan fotosintesis dan dapat membedakannya dengan bakteri. Umumnya, ganggang ini dapat mengikat nitrogen di udara. Pengikatan ini dilakukan oleh sel heterosista yang berbentuk benang, tetapi bisa juga bersifat racun karena mengeluarkan toksin yang dapat mematikan makhluk hidup lain di sekitarnya. (Read more…)

Cara Sterilisasi Dari Paparan Bakteri

Sterilisasia adalah pembebasan alat dan bahan makanan dari bakteri
dan mikroorganisme atau pencucian alat dan bahan makanan dari hama.
Semua alat dan bahan yang telah disterilkan harus dimasukkan ke dalam
suatu tempat yang tertutup rapat dan tidak terhubung dengan udara
luar. Jika tidak tertutup, alat dan bahan tersebut akan terkontaminasi
oleh bakteri. Hal ini juga harus dilakukan pada ruang operasi agar pasien
operasi tidak terinfeksi bakteri.

Sterilisasi dapat dilakukan pada alat dan bahan makanan. Sterilisasi
alat dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain, dengan
pemanasan dan penguapan. Pemanasan dapat dilakukan dengan
memasukkan alat yang telah dibersihkan ke dalam oven dengan suhu
180 o C selama 2 jam. (Read more…)

Bahaya dan Peran Bakteri bagi Kehidupan Manusia

bakteri dapat hidup di berbagai tempat sehingga keberadaan bakteri tersebut dapat menimbulkan efek yang besar bagi kehidupan manusia. Bagi kehidupan manusia, bakteri ada yang menguntungkan dan ada pula yang merugikan.

Bakteri yang Menguntungkan

Bakteri yang menguntungkan bagi kehidupan manusia, antara lain, sebagai berikut.

  1. Rhizobiumbersimbiosis pada akar leguminosarum untuk mengikat nitrogen.
  2. Azotobacterhidup di dalam tanah dan dapat mengikat nitrogen sehingga dapat menyuburkan tanah.
  3. E. colimembantu pembusukan makanan di dalam usus besar dan penghasil vitamin K yang membantu pembekuan darah.
  4. Lactobacillus sp. dimanfaatkan untuk proses pembuatan susu yogurt dan susu keju. (Read more…)

Macam-macam Bakteri Berdasarkan Cara Memperoleh Makanan dan Kebutuhan Oksigen

Bakteri berdasarkan cara memperoleh makanannya dan kebutuhan oksigennya.

Bakteri Berdasarkan Cara Memperoleh Makanannya

  1. Bakteri Heterotrof Bakteri heterotrofadalah bakteri yang hidup dan memperoleh makanan dari lingkungannya karena tidak dapat membuat makanan sendiri. Bakteri ini dapat hidup secara saprofit dan parasit. Bakteri saprofitadalah bakteri yang hidup pada jasad yang sudah mati, misalnya, sampah, bangkai, atau kotoran. Bakteri ini sering disebut sebagai bakteri pembersih karena dapat menguraikan sampah-sampah organik sehingga menguntungkan bagi manusia, contohnya, bakteri Eschericia coli yang berperan sebagai pembusuk sisa makanan dalam usus besar dan bakteri Lactobacillus garicusyang berperan dalam pembuatan yogurt. Bakteri parasit adalah bakteri yang hidup menumpang pada makhluk hidup lain. (Read more…)

Reproduksi Bakteri

Bakteri dapat berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri pada lingkungan yang tepat atau sesuai. Proses pembelahan diri pada bakteri terjadi secara biner melintang. Pembelahan biner melintang adalah pembelahan yang diawali dengan terbentuknya dinding melintang yang memisahkan satu sel bakteri menjadi dua sel anak.

Dua sel bakteri ini mempunyai bentuk dan ukuran sama (identik). Sel anakan hasil pembelahan ini akan membentuk suatu koloni yang dapat dijadikan satu tanda pengenal untuk jenis bakteri. Misalnya, bakteri yang terdiri dari sepasang sel (diplococcus), delapan sel membentuk kubus (sarcina), dan berbentuk rantai (streptococus). (Read more…)

Bakteri

Pernahkah kalian berpikir bahwa di dalam tubuh kita ini terdapat berjuta-juta bakteri yang bersimbiosis mutualisme, parasitisme, ataupun saprofit dengan tubuh kita? Bakteri dapat kita jumpai di berbagai tempat. Di tubuh kita misalnya, bakteri terdapat di permukaan kulit, dalam sistem pencernaan, dalam kotoran gigi yang membusuk, ataupun di kulit kepala kita.

Tubuh bakteri yang sangat kecil dan cara hidup yang beraneka ragam memungkinkan bakteri untuk hidup di mana saja sehingga bakteri dapat ditemukan di mana-mana, misalnya, di dalam tanah, dalam air, dalam sisa-sisa makhluk hidup, dalam tubuh manusia, bahkan dalam sebutir debu. Luasnya distribusi bakteri ini menyebabkan bakteri sering disebut juga dengan kosmopolit. (Read more…)

Eubacteria dan Archaebacteria

Pernahkan kalian merasakan yogurt? Monera adalah makhluk hidup dengan sel prokariotik tunggal, yaitu suatu sel yang tidak mengandung nukleus atau organel yang terikat membran. Bakteri dan Cyanobacteria (ganggang biru) adalah Monera. Monera adalah bentuk kehidupan paling sederhana yang paling ada. Umumnya, mereka berkembang biak dengan pembelahan biner. Selama lebih dari 2 juta tahun, mereka adalah satu-satunya bentuk kehidupan di bumi. Sekarang jumlahnya masih sangat banyak. Monera memegang peranan penting dalam mendaur ulang zat makanan mineral. Kelompok ini berjumlah lebih dari 4.000 spesies.

Sebagian besar bakteri mempunyai ukuran dan bentuk yang sama. Akan tetapi, dari biologi molekuler ditemukan adanya perbedaan pada RNA ribosom. Perbedaan itu dijadikan dasar pembagian Archaebacteria dan Eubacteria. Bakteri dan Cyanobacteriaadalah sebagian contoh dari Eubacteria. Pembagian ini dilakukan dengan metodesequencing gen yang dilakukan oleh Woesedan kawan-kawan. (Read more…)

Peran, Manfaat dan Bahaya Virus Bagi Kehidupan

Virus yang Menguntungkan

DNA sebagai pembawa materi genetik dapat mengubah sifat makhluk hidup. Dalam siklus lisogenik, penggabungan DNA bakteri dan DNA virus menjadikan DNA bakteri mengandung DNA virus. Pada saat DNA virus aktif dan DNA bakteri hancur, sebagian DNA bakteri tidak hancur sehingga sebagian DNA virus tetap membawa gen bakteri. Jika di dalam DNA virus terkandung DNA bakteri A dan DNA virus tersebut menginfeksi bakteri B, di dalam bakteri B mengandung DNA virus dan DNA bakteri A. Dengan demikian, sebagian sifat bakteri A dapat dimiliki oleh bakteri B.

Berdasarkan teori di atas, virus dapat berperan dalam berbagai hal.

  1. Memproduksi Vaksin Vaksin merupakan patogen yang telah dilemahkan sehingga tidak berbahaya jika menyerang manusia. Ada beberapa virus yang dimanfaatkan untuk memproduksi vaksin. Jika telah diberi vaksin, tubuh manusia akan dapat memproduksi antibodi sehingga jika sewaktu-waktu terserang patogen yang sebenarnya, tubuh manusia tersebut telah kebal karena di dalam tubuhnya telah diproduksi antibodi patogen tersebut. (Read more…)

Cara Perkembangbiakan Virus atau Replikasi Virus

Virus bukanlah sel yang dapat berkembang biak sendiri. Cara berkembang biak virus berbeda dengan makhluk hidup lain. Virus tidak mampu memperbanyak diri di luar sel-sel hidup sehingga dikatakan bahwa virus bukanlah makhluk hidup yang dapat hidup mandiri. Virus selalu memanfaatkan sel-sel hidup sebagai inang untuk memperbanyak dirinya.

Replikasi terjadi di dalam sel inang. Untuk dapat mereplikasi asam nukleat dan mensintesis protein selubungnya, virus bergantung pada sel-sel inang. Replikasi ini menyebabkan rusaknya sel inang. Setelah itu, virus akan keluar dari sel inang. Di luar sel inang, virus disebut sebagai partikel virus yang disebut virion. (Read more…)